FAKTAKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Tengah, Junaidi, meminta Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah bersama Dinas Kesehatan kabupaten dan kota meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kabut asap yang mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Kalteng.
Menurut Junaidi, langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini agar fasilitas kesehatan mampu memberikan pelayanan optimal apabila terjadi lonjakan pasien selama puncak musim kemarau.
Ia menilai penurunan kualitas udara mulai dirasakan masyarakat dalam beberapa hari terakhir. Karena itu, pemerintah diminta tidak menunggu kondisi semakin memburuk untuk memperkuat kesiapan layanan kesehatan di seluruh daerah.
“Kami berharap Dinas Kesehatan Provinsi maupun Dinas Kesehatan kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah segera mengantisipasi dampak kabut asap, khususnya potensi meningkatnya kasus ISPA,” ujarnya, Senin (3/8).
Junaidi menegaskan seluruh fasilitas kesehatan, mulai dari rumah sakit, puskesmas, polindes hingga fasilitas kesehatan lainnya, harus mempersiapkan tenaga medis, obat-obatan, serta sarana pendukung agar mampu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan.
Selain memperkuat pelayanan kesehatan, DPRD Kalteng juga mendorong pemerintah memperluas langkah pencegahan dengan membagikan masker gratis kepada masyarakat. Menurutnya, bantuan tersebut sangat dibutuhkan, terutama bagi warga berpenghasilan rendah dan kalangan pelajar yang rentan terpapar kabut asap saat beraktivitas di luar rumah.
Ia menjelaskan, bagi sebagian masyarakat dengan penghasilan terbatas, membeli masker untuk seluruh anggota keluarga menjadi beban tambahan. Oleh karena itu, pembagian masker secara gratis dinilai sebagai langkah yang tepat untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan selama musim kabut asap.
Junaidi berharap pemerintah daerah dapat bergerak cepat dalam melakukan langkah-langkah pencegahan dan penanganan sehingga dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat, khususnya kasus ISPA, dapat diminimalkan.
(red/adm)





















































































