Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengadakan Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2025 di Aula Kantor Bapperida Kalteng, Kamis (20/11/2025). Acara ini dipimpin oleh Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo, dan dihadiri para wakil kepala daerah, termasuk Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y. Tingan.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Felix memaparkan kondisi kemiskinan di Barito Utara berdasarkan data BPS Kalteng tahun 2025. Kabupaten ini menempati posisi ke-9 dengan jumlah penduduk miskin mencapai 7.440 jiwa atau 5,52 persen dari total penduduk.
Felix mengungkapkan beberapa faktor yang memengaruhi kondisi tersebut, antara lain pertumbuhan ekonomi daerah yang melambat, kenaikan garis kemiskinan akibat inflasi, serta tingkat pengangguran yang masih berada di atas empat persen.
Untuk menurunkan angka kemiskinan, Pemkab Barito Utara menargetkan penurunan menjadi 4,6 persen pada 2030 sesuai Rancangan Awal RPJMD 2025–2029. Strategi yang diterapkan meliputi pengurangan beban pengeluaran masyarakat melalui bantuan sosial dan pasar murah, peningkatan pendapatan lewat penguatan UMKM dan sektor produktif, serta fokus pada penanganan kantong-kantong kemiskinan melalui perbaikan layanan dasar dan infrastruktur.
Selain itu, Pemkab juga mengendalikan inflasi daerah guna menjaga daya beli masyarakat, yang tercatat mengalami deflasi hingga pertengahan November 2025.
Felix menegaskan bahwa hasil Rakor akan menjadi acuan dalam penyusunan Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) agar sejalan dengan kebijakan provinsi. Sementara itu, Wakil Gubernur Edy Pratowo menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor dan daerah untuk menanggulangi kemiskinan, sejalan dengan target pembangunan berkelanjutan (SDGs) nasional.




















































































