FAKTAKALTENG.COM – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKKP) saat ini terus di optimalkan, salah satunya pengembangan varietas tanaman padi.
Kepala DKPP Seruyan Albidinnor mengungkapkan, sebagai salah satu implementasi dari hal tersebut yakni saat ini pihaknya berencana akan mulai beralih dari yang awalnya varietas lokal yaitu siam epang menjadi hibrida.
“Kita mau coba varietas hibrida. Latar belakangnya adalah masa panen, dengan hibrida ini kita harapkan masa panennya lebih cepat, yaitu hanya berkisar pada angka empat sampai dengan lima bulan, kita akan coba ke sana” katanya, Senin, (4/10).
Sebelumnya DKPP Seruyan juga sudah ada agenda penanaman padi organik. Namun, program tersebut tidak berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.
Hal ini dipengaruhi oleh kebiasaan dari para petani yang notabenenya masih menggunakan pestisida. Padahal sejatinya dampak penggunaan pestisida sangat tidak baik terhadap kualitas kesehatan pangan itu sendiri.
“Karena sebagian besar petani kita itu masih merasa kurang yakin kalau belum menggunakan pestisida. Padahal dampaknya itu kurang baik terhadap kesehatan. Makanya kemarin untuk padi organik belum berjalan maksimal,” tutupnya (Dy)














































































