FAKTAKALTENG.COM – Pedagang ayam di Pasar Saik Kuala Pembuang beberapa hari belakangan ini mengeluh tidak mendapat pasokan ayam dari pengepul asal Banjarmasin. Ini disebabkan terputusnya akses dari Bajarmasin ke Kuala Pembuang karena banjir, hal ini berakibat pada melonjaknya harga ayam.
Lisna, salah satu pedagang di Pasar Saik mengatakan hampir 1 minggu belakangan ini mereka, pedagang yang mengandalkan pasokan ayam dari Banjarmasin cukup kebingungan dengan kondisi saat ini.
“Tidak ada stok ayam yang masuk sama sekali, terpaksa kami membeli ayam di dalam kota, dengan harga jual yang tinggi juga, sekarang 40-45 per Kilo gram (Kg) dapat nya juga seadanya karena mereka punya langganan masing-masing” ujar lisna.
Hal ini, dijelaskannya, sangat berpengaruh pada omset keluar masuk pedagang kecil seperti mereka.
“Ayam dari Banjarmasin per kg nya kan kisaran Rp. 24.000,- sedangkan dari peternak lokal disini bisa Rp.35.000,- otomatis modal yang kami keluarkan semakin besar, belum lagi banyak konsumen yang protes, padahal ya keadaannya memang begini”
Dia mengatakan, banyak pedagang yang memilih tak ke pasar untuk berjualan dari pada harus membeli dan menjual ayam dengan harga tinggi.
“Bisa diliat mba, banyak lapak-lapak teman pedagang ayam yang kosong, ya karena nggak ada pemasok terpaksa gak jualan, kalau terus begini ya kami juga khawatir gak bisa jualan,” ujarnya. (Dy)














































































