FAKTAKALTENG.COM- Seksi Pengelolaan Taman Nasional Tanjung Puting (SPTNTP) sayangkan kurangnya kesadaran masyarakat dalam berburu hewan dilindungi di Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). Namun tradisi berburu memang tak luput dari kegiatan masyarakat di Kalimantan Tengah termasuk di wilayah Kabupaten Seruyan. Namun, maraknya perburuan tanpa memilah dan memilih hewan mana yang di lindungi dan tidak dilindungi sudah mulai mengkhawatirkan pihak-pihak terkait.
“Masyarakat masih suka memburu hewan-hewan dilindungi di kawasan TNTP ini, seperti rusa, penyu, telur penyu pun masih diperdagangkan. Sedangkan itu kan hewan-hewan yang dilindungi,” Gideon Yones Masirin.
Ia menjelaskan hal ini dapat berdampak buruk bagi ekosistem jika terus menerus dilakukan. Membeli dagangan dari penjual hewan dilindungi ini sama saja mencuri milik negara dan dapat di tindak hukum. “Selain memburu, ada oknum-oknum masyarakat yang juga membakar lahan sebagai cara berburu, tujuannya agar setelah lahan di bakar akan muncul tunas-tunas baru, Rusa itu kan suka makan tunas-tunas tumbuhan, nah jadi itu kesempatan bagi para pemburu. Saat kita lakukan survey ke pasar juga masih ada oknum pedagang yang menjual daging dan telur penyu. Hal ini berdampak besar terhadap kepunahan hewan-hewan dilindungi dan itu bisa saja di tindak lanjuti lewat jalur hukum jika teguran dari pihak kami masih di indahkan,” katanya.
Diterangkannya juga sudah banyak upaya yang di lakukan pihaknya untuk menyadarkan masyarakat tentang tidak memburu hewan-hewan dilindungi ini.” Di kegiatan sosialisasi saya selalu tekankan ke masyarakat untuk jangan memburu hewan-hewan ini terkhusus di wilayah TNTP biarkan TNTP ini jadi rumah mereka, tempat mereka berkembang biak dengan tenang agar flora fauna kita tetap terjaga.” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan pentingnya pihak-pihak terkait juga turun kelapangan untuk bekerjasama mengedukasi masyarakat menjaga flora dan fauna di kawasan TNTP yang didalamnya tidak boleh ada perburuan.” Di kementerian lingkungan hidup kan bukan cuma ada TNTP, ada DLH, BKSDA dan lain-lain, mereka juga punya andil di dalam masalah ini, mungkin menekan penjualan telur penyu di daerah kita atau kegiatan lain yang bisa di kerjakan bersama,” tegasnya. (Dy)














































































