PALANGKA RAYA — Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Bambang Irawan, menegaskan komitmen pihaknya untuk mendorong perusahaan-perusahaan, khususnya yang bergerak di bidang sumber daya alam, agar memenuhi kewajiban mereka dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Menurut Bambang, perusahaan memiliki tanggung jawab besar terhadap lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam, sehingga pengawasan dan dorongan dari semua pihak, termasuk DPRD dan masyarakat, sangat penting. “Untuk bisa mendorong kewajiban-kewajiban perusahaan itu, ini tugas bersama kita di Komisi II,” ujarnya, Jumat 4 Juli 2025.
Ia juga merespons aspirasi para mahasiswa yang sebelumnya melakukan demonstrasi terkait isu lingkungan dan pertambangan. “Saya sampaikan juga kepada mahasiswa kemarin yang demo, kita selaras, tidak berseberangan. Karena komisi kami memang berkaitan dengan sumber daya alam,” jelasnya.
Bambang menyebut pihaknya sudah memiliki catatan kewajiban perusahaan yang harus dipenuhi, jumlahnya mencapai sekitar 18 poin penting. “Dan itu harus terpenuhi. Kalau mereka tidak melaksanakan kewajibannya, kita hentikan aktivitasnya,” tegasnya.
Ia meminta mahasiswa dan masyarakat untuk ikut mendukung pengawasan ini. “Siapa lagi yang menjaga kelestarian lingkungan kita kalau bukan kita bersama, Bagaimana kita mengelola sumber daya alam ini secara baik, berkelanjutan, dan punya hak serta nilai tawar dalam perdagangan karbon, itu yang mau kita dorong,” tuturnya.
Bambang juga mengingatkan bahwa pengalaman dari daerah lain, seperti kasus di Raja Ampat, harus menjadi pelajaran bagi pemerintah dalam mengelola dan menyaring perusahaan yang berinvestasi di Kalteng. “Bagaimana kita menjaga kelestarian, jangan sampai terjadi deforestasi, dan bagaimana kita berjuang supaya kita juga punya nilai tawar terhadap carbon trading,” ungkapnya.
Bambang juga mempertanyakan komitmen perusahaan yang enggan memenuhi kewajibannya terhadap lingkungan dan masyarakat. Menurutnya, perusahaan semestinya menunjukkan tanggung jawab penuh jika ingin berinvestasi di Kalimantan Tengah. “Kalau mereka tidak memenuhi itu, saya pikir untuk apa mereka berani investasi di Kalteng?” tegasnya.
Terakhir, Bambang menegaskan kembali bahwa tuntutan mahasiswa sejalan dengan visi Komisi II DPRD. “Pesan saya kepada mahasiswa, tuntutan kalian selaras dengan visi kami. Kita ingin pemerintah bisa mengelola perusahaan dengan baik, sekaligus melakukan penyaringan terhadap perusahaan yang mau masuk ke Kalteng,” pungkasnya.(Red/Adm)




















































































