FAKTAKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Ketua Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Sigit Widodo mengungkapkan jika keberhasilan program penanganan stunting memerlukan kerja sama lintas sektor dan peran aktif seluruh elemen, terutama dari jajaran pemerintah daerah.
Salah satu strategi yang menurutnya bisa dilakukan adalah penunjukan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai pendamping bagi anak-anak yang mengalami stunting atau berisiko terdampak.
“Kami ingin para kepala OPD tidak hanya bekerja di balik meja, tetapi juga turun langsung mendampingi anak-anak yang mengalami stunting. Dengan begitu, mereka bisa memahami persoalan secara konkret dan memberi solusi yang lebih tepat sasaran,” katanya.
Ia menilai bahwa keterlibatan aktif pejabat daerah akan memperkuat koordinasi antar instansi serta mempercepat respons terhadap kasus-kasus stunting di berbagai wilayah kota.
Pendampingan ini juga menjadi bentuk perhatian langsung kepada keluarga yang membutuhkan edukasi, dukungan gizi, serta pendampingan sosial. Lebih jauh, politisi dari PDI Perjuangan ini mendorong peran serta organisasi masyarakat, dunia usaha, dan lembaga sosial dalam penanganan stunting.
Ia menekankan bahwa permasalahan ini tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah semata. “Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi tugas moral seluruh elemen masyarakat. Dunia usaha bisa mendukung lewat program CSR, sedangkan ormas dan kampus bisa berkontribusi lewat edukasi dan penyuluhan,” ujarnya.
Stunting sendiri merupakan ancaman serius bagi kualitas sumber daya manusia di masa depan. Karena itu, ia menyerukan peningkatan kesadaran kolektif terhadap pentingnya pencegahan stunting. “Jika kita ingin generasi mendatang tumbuh sehat dan cerdas, maka kita harus mulai dari sekarang. Ayo bersama-sama lawan stunting demi masa depan Palangka Raya yang lebih baik,” jelasnya. (red/adm)




















































































