FAKTAKALTRNG.COM, PALANGKA RAYA — Wakil Ketua II Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Dudie B Sidau, mengingatkan akan pentingnya penguatan ketahanan pangan lokal sebagai strategi jangka panjang menghadapi tekanan ekonomi global dan dampak perubahan iklim.
Isu pangan tidak hanya menyangkut ketersediaan bahan makanan, tetapi juga menyentuh aspek kemandirian ekonomi dan keberlanjutan hidup masyarakat. “Perlu ada dukungan nyata, seperti pelatihan, pendampingan, hingga bantuan sarana dan prasarana agar masyarakat bisa mengembangkan usaha berbasis pangan lokal,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa Kota Palangka Raya memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar dari sektor pertanian, perikanan, hingga peternakan rumah tangga. Namun, potensi ini belum dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat ekonomi lokal. Ia mendorong pemerintah kota agar membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan masyarakat, petani, pelaku UMKM, dan generasi muda.
“Pemerintah perlu membuka ruang kolaborasi dan menyediakan pendampingan agar potensi lokal dapat digarap secara berkelanjutan dan produktif,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan ketahanan pangan berbasis lokal bukan sekadar proyek sementara, tetapi bagian dari upaya strategis membangun masyarakat yang lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan dasarnya. Langkah ini juga diyakini mampu menciptakan lapangan kerja baru, mengurangi ketergantungan impor, serta memperkuat daya saing ekonomi daerah.
Ia menegaskan bahwa akses terhadap pangan sehat, bergizi, dan terjangkau merupakan hak setiap warga. Oleh karena itu, ia mendorong agar pemerintah menjadikan pengembangan pangan lokal sebagai prioritas utama dalam perencanaan pembangunan ke depan. “Kita harus memanfaatkan potensi yang kita miliki untuk menjamin kebutuhan dasar ini terpenuhi secara berkelanjutan,” pungkasnya. (red/adm)




















































































