Ia menilai pembekalan awal sangat penting, karena memberikan pemahaman dasar dan kesiapan mental bagi peserta untuk menghadapi materi pelatihan. Taufik juga menekankan bahwa dukungan legislatif terhadap pelatihan semacam ini harus terus diperkuat karena berdampak langsung pada penurunan angka pengangguran dan kemiskinan.
“DPRD bersama pemerintah daerah harus terus bersinergi agar program pelatihan ini berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” tambahnya.
Pelatihan ini merupakan hasil kerja sama Disnakertranskop-UKM dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Kuat Perkasa Abadi, dan terbagi dalam dua kategori: mekanik sarana dan servis AC, masing-masing diikuti oleh 16 peserta.
Seluruh peserta yang telah menerima kartu BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis diberangkatkan ke tempat pelatihan pada Minggu pagi (15/6/2025). Kepala Disnakertranskop-UKM Barito Utara, M. Mastur, berharap pelatihan ini melahirkan tenaga kerja kompeten yang siap menghadapi tantangan dunia kerja modern.
“Selain menambah keterampilan, kami berharap peserta juga dapat menciptakan peluang usaha baru yang berkontribusi bagi pembangunan daerah,” pungkas Mastur.
Program ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Pemkab Barito Utara dalam meningkatkan kualitas SDM dan mendukung sektor ketenagakerjaan di wilayahnya. (Red/Adm)




















































































