KUALAPEMBUANG, FAKTAKALTENG.COM – Kepala Dinas Perikanan, Halidah, menyoroti pentingnya pembudidayaan perikanan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan di tahun 2025. Budidaya seperti udang, bandeng, dan kepiting di tambak menjadi prioritas utama dalam mendukung kesejahteraan nelayan.
“Dengan pembudidayaan perikanan yang ramah lingkungan, kami yakin nelayan dapat meningkatkan produksi mereka tanpa merusak lingkungan,” katanya di Kuala Pembuang.
Dinas Perikanan memfokuskan program bantuan hibah untuk pembudidaya dengan tujuan meningkatkan fasilitas budidaya, seperti pembuatan kolam atau tambak yang lebih modern dan efisien. Program ini bertujuan agar nelayan dapat mengelola usaha mereka dengan lebih baik, meningkatkan hasil produksi, dan memperbaiki taraf hidup mereka.
Salah satu upaya penting dalam program ini adalah pengelolaan tambak yang ramah lingkungan. Dinas Perikanan mengingatkan para pembudidaya untuk tidak membuka tambak terlalu dekat dengan pesisir pantai dan tetap menjaga kelestarian mangrove. “Kami tidak ingin tambak yang dibuka merusak ekosistem mangrove, yang merupakan tempat hidup bagi berbagai jenis ikan,” ujar Halidah.
Dalam pengelolaan tambak dan budidaya perikanan, Dinas Perikanan juga berfokus pada keberlanjutan dalam jangka panjang. Dengan menjaga ekosistem laut dan pesisir, mereka berharap produksi perikanan dapat meningkat secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang. Halidah menekankan pentingnya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat dalam mencapai tujuan ini.
Dengan langkah-langkah tersebut, Dinas Perikanan berharap bisa memberdayakan nelayan dan pembudidaya untuk menjalankan usaha mereka secara lebih profesional, serta meningkatkan kualitas hidup mereka. “Harapan kami, nelayan tidak lagi terjebak dalam kemiskinan dan bisa hidup sejahtera berkat usaha perikanan yang lebih produktif dan berkelanjutan,” tutupnya.
(isn/faktakalteng.com)




















































































