FAKTAKALTENG.COM – Jajaran DPRD Palangka Raya meminta kepada seluruh lapisan masyarakat di wilayah setempat yang putus sekolah agar bisa mengikuti pelaksanaan sekolah paket.
“Kepada masyarakat yang anggota keluarganya terhitung masih putus sekolah, saya sarankan agar bisa menggunakan layanan pendidikan gratis dari Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya,” kata Anggota Komisi C DPRD Palangka Raya baru-baru ini.
Layanan yang dimaksud yaitu Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Palangka Raya yang memiliki layanan pendidikan kesetaraan yaitu paket A, B dan C.
Paket A, B dan C itu sendiri adalah layanan pendidikan kesetaraan atau masing-masing setara dengan Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), yang tentunya berijazah.
“Kami mendorong agar pemerintah daerah bisa mengarahkan anak-anak yang putus sekolah agar dimasukkan dalam SPNF SKB, sehingga mereka kembali mendapatkan kesetaraan pendidika. Selain mendapatkan pendidikan, di situ masyarakat juga bisa mendapatkan pelatihan keterampilan,” ujarnya.
Dengan mendapatkan pelatihan keterampilan, setidaknya menjadi modal untuk bekerja, maupun untuk membuka usaha sendiri. Hal ini tidak bisa dipungkiri, dengan adanya pendidikan yang cukup minimal paket C berupa keterampilan, tentunya bisa berdampak baik pada kesejahteraan masyarakat.
“Kedepan, adanya SPNF SKB ini diharapkan bisa berperan besar dalam hal meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), serta taraf hidup dan kesejahteraan,” jelasnya. (Red/**)




















































































