FAKTAKALTENG.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Edisi Khusus Universitas Palangka Raya mengajak dan mengedukasi masyarakat di Desa Bereng Jun, Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas memanfaatkan lahan kosong di pekarangan kantor desa untuk menanam tanaman produktif.
Anggota Kelompok KKN-T Edisi Khusus UPR ini antara lain, Defrico Danius Talino (Ketua), Doni Chandra Prasetyo, Febri Aditia, Florentina, Yolanda Sari Br Barus,
Rahayu Andini, I Wayan Wahyu Andriana, Perunika, Cindy Fitria Ningrum, Sumartini
Sopia Rosalia, Rivaldo Imanuel, Bryan Sitepu, Risdo Reinaldi Napitu, Jelly Julia Ester, Bella Safira Kristianika.
Ketua Kelompok KKN-T Edisi Khusus UPR, Defrico Danius Talino mengungkapkan, kegiatan ini merupakan salah satu program kerja kelompoknya menyikapi inflasi bahan pokok yang kian meningkat.
“Adapun tujuan dari penyuluhan ini adalah untuk mengedukasi masyarakat bahwa kita bisa memanfaatkan halaman kosong di sekitar kantor desa menjadi lahan bercocok tanam, mengingat harga bahan pokok sedang melonjak,” ujarnya, Minggu (18/9).

Kemudian, dilanjutkan Defrico, selain sebagai bentuk edukasi masyarakat, program kerja ini dilaksanakan sebagai bentuk mewujudkan ketahanan pangan melalui sektor pertanian yang menjadi sumber penyedia pangan utama bagi masyarakat.
Melibatkan anggota masyarakat setempat yang tergabung di dalam Kelompok Tani Desa Bereng Jun, Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas, kegiatan dilaksanakan satu bulan penuh selama masa pengandian dari tanggal 1 sampai 30 Agustus 2022.
“Yang kami tanam rata-rata tanaman produktif, ada Cabe, Tomat, Terong, Kangkung, dan lain lain. Secara rutin kami melakukan penyisiran bersama warga di lahan untuk memastikan tanaman tumbuh dengan baik,” ungkapnya.

Sementata itu, Pj Kades Bereng Jun, Begin, menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya terhadap Mahasiswa KKN-T Edisi Khusus UPR Palangka Raya.
“Kegiatan kelompok KKN mahasiswa UPR ini sangat membantu agar warga di wilayah setempat bisa secara mandiri memanfaatkan lahan kosong di sekitar sebagai lahan bertani,” pungkasnya. (Dy/A29)




















































































