KUALAPEMBUANG,FAKTAKALTENG.COM – Perpustakaan desa yang terletak di Kantor Desa Pematang Panjang, Seruyan Hilir Timur masih sepi pengunjung. Hal ini diungkapkan oleh penjaga perpustakaan, Desvita (18), yang menyebutkan bahwa banyak warga belum mengetahui keberadaan fasilitas tersebut. Akibatnya, jumlah pengunjung yang datang untuk membaca sangat minim dan cenderung hanya orang yang sama.
Ia menjelaskan bahwa kurangnya minat baca di kalangan masyarakat juga menjadi faktor penyebab perpustakaan sepi. “Banyak yang belum tahu ada perpustakaan di sini, dan yang datang juga hanya orang-orang tertentu,” katanya di Kuala Pembuang.
Minimnya sosialisasi mengenai keberadaan perpustakaan ini menjadi salah satu kendala utama. Beberapa warga yang ditemui mengaku tidak mengetahui bahwa di Kantor Desa Pematang Panjang terdapat fasilitas membaca. Padahal, perpustakaan ini menyediakan berbagai koleksi buku yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, termasuk buku pelajaran, novel, dan bacaan umum lainnya.
Pihak desa rencananya akan segera mencari solusi agar perpustakaan bisa lebih dikenal oleh warga. Salah satu upaya yang direncanakan adalah melakukan sosialisasi melalui media sosial desa dan mengadakan program membaca bersama untuk menarik minat masyarakat. Dengan cara ini, diharapkan warga semakin sadar akan pentingnya membaca dan mulai memanfaatkan fasilitas yang ada.
Masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam memanfaatkan perpustakaan ini. Selain menambah wawasan, budaya membaca juga bisa meningkatkan kualitas pendidikan di desa. Dengan promosi yang lebih luas dan kegiatan menarik, perpustakaan Pematang Panjang diharapkan bisa menjadi pusat literasi bagi warga sekitar.
(isn/faktakalteng.com)




















































































