KUALA PEMBUANG – Kondisi jalan rusak menuju Pelabuhan Sigintung di Kabupaten Seruyan menjadi perhatian serius dalam kunjungan kerja Komisi IV DPRD Provinsi Kalteng.
Sorotan ini datang langsung dari Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, yang menegaskan pentingnya infrastruktur tersebut dalam mendukung kelancaran distribusi barang dan pengembangan sektor pelabuhan.
Dalam pertemuan yang berlangsung saat kunjungan ke Desa Ujung Pandaran dan tinjauan ke Jalan Provinsi Tjilik Riwut yang menghubungkan Kuala Pembuang dengan Pelabuhan Sigintung, Bupati menyampaikan bahwa akses yang sulit memperlambat operasional pelabuhan dan pertumbuhan ekonomi wilayah pesisir.
“Kita harus berkolaborasi untuk menghidupkan infrastruktur ini. Namun, hal ini harus didukung dengan kondisi teknis dan operasional yang baik,” ujar Ahmad Selanorwanda. Ia juga menambahkan bahwa pengajuan anggaran perbaikan jalan akan segera disampaikan ke pemerintah provinsi dan pusat.
“Kita berharap agar pelabuhan ini dapat segera beroperasi dengan baik. Namun, hal itu tidak akan mungkin tercapai jika jalan utama menuju pelabuhan belum selesai diperbaiki,” tegasnya.
Menurutnya, perjalanan yang dulunya hanya memakan waktu dua jam kini menjadi jauh lebih sulit karena kerusakan parah di beberapa titik jalan.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Abdul Hafid, menyatakan pihaknya akan mendorong percepatan perbaikan infrastruktur strategis tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi masukan dari Bupati Seruyan. Apa yang disampaikan beliau sangat tepat. Akses jalan menuju pelabuhan adalah urat nadi ekonomi kawasan pesisir, dan kami di DPRD akan mendorong agar ini menjadi prioritas dalam pembahasan anggaran,” ujar Hafid, Kamis 17 April 2025.
Ia juga menegaskan perlunya kerja sama lintas sektor untuk mewujudkan perbaikan tersebut. “Ini bukan hanya tugas pemerintah daerah, tapi butuh dukungan penuh dari pemerintah pusat, BUMN, dan swasta. Kita akan kawal ini agar masuk dalam program strategis provinsi,” imbuhnya.
Bupati Ahmad juga berharap kunjungan kerja ini bisa menghasilkan peta kebutuhan sarana dan prasarana yang lebih akurat, termasuk teknis pengerukan pelabuhan yang saat ini dinilai belum optimal. Ia optimistis, pembenahan jalan dan pelabuhan akan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Ini adalah langkah strategis yang harus kita ambil untuk masa depan daerah kita,” pungkasnya.(Red/Adm)




















































































