PALANGKA RAYA – Kondisi jalan penghubung antara Ujung Pandaran dan Kuala Pembuang hingga kini masih memprihatinkan, meski kerusakan telah berlangsung selama lima bulan terakhir. Jalan strategis yang menjadi akses vital bagi masyarakat pesisir ini belum menunjukkan progres perbaikan yang signifikan.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah, Abdul Hafid, menyampaikan kekecewaannya saat melakukan kunjungan kerja ke lokasi pada Rabu 17 April 2025. Dia menilai lambannya penanganan menunjukkan kurangnya keseriusan pihak terkait dalam menangani infrastruktur yang berdampak langsung pada aktivitas dan keselamatan warga.
“Karena dikhawatirkan mengancam kerusakan jalan lebih parah dan keselamatan pengguna jalan,” tegas Abdul Hafid, saat dikonfirmasi, Jumat 18 April 2025. Menurutnya, tidak ada alasan untuk terus menunda perbaikan. Ia mendesak pihak kontraktor agar segera menepati komitmen yang telah disampaikan sebelumnya dan tidak hanya memberikan janji, melainkan membuktikan keseriusan melalui aksi nyata di lapangan.
Abdul Hafid juga menyoroti pentingnya pemanfaatan masa perawatan proyek secara optimal untuk memperbaiki kerusakan yang ada. Namun, ia menyayangkan bahwa masa krusial tersebut justru terkesan diabaikan. Dia mengingatkan instansi teknis agar meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek di lapangan.
“Kalau dari awal perencanaan sudah tidak matang, maka pelaksanaan di lapangan pasti juga tidak akan maksimal,” ujarnya. Dia pun mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap perencanaan proyek tersebut. Desakan ini sejalan dengan harapan masyarakat yang menginginkan percepatan perbaikan.
Jalan Ujung Pandaran-Kuala Pembuang tidak hanya menjadi jalur penghubung, tetapi juga berperan sebagai urat nadi ekonomi dan sosial masyarakat pesisir. Penundaan penanganan dikhawatirkan akan memperburuk dampak terhadap mobilitas dan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.(Red/Adm)




















































































