FAKTAKALTENG.COM – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Syahbana menyatakan, persoalan banyaknya lahan terbengkalai milik masyarakat di daerah ini lantaran keterbatasan modal untuk menggarapnya, hingga jadi tak produktif.
Menurutnya, masyarakat sebenarnya ingin saja mengelola namun ada faktor penghambat, apalagi saat ini dengan pengetatan pembukaan lahan sistem bakar, yang membuat petani semakin tidak berkutik.
”Persoalan utama kenapa banyak lahan tidur tidak produktif milik masyarakat karena masyarakat ini tidak ada dana untuk menggarapnya sehingga lahan itu terbengkalai. Ketika musim kemarau akan jadi sasaran kebakaran hutan dan lahan,” sebut Politikus Nasdem ini.
Menurutnya juga, untuk mengolah lahan per hektare biayanya tidak lah sedikit, apalagi jika dikerjakan secara manual.
Dibeberkannya, dana untuk pembersihan saja per hektare saja mencapai Rp.6 juta. Dana itu untuk sewa alat berat untuk membuat parit dan membersihkan dari semak belukar.
”Kalau melihat dari biaya pembersihan satu hektare itu memang dianggap kecil, tapi kalau dibersihkan sampai kepada penanaman bisa dua kali lipat,” ungkap Syahbana.
Maka itu dirinya menyambut baik rencana adanya pengadaan excavator dan alat berat lainnya, yang bisa dipergunakan untuk pinjam pakai oleh masyarakat, untuk membersihkan lahan yang tidak produktif.
”Saya yakin satu kepala keluarga punya kebun 1-2 hektare saja untuk jenis apapun maka dia bisa bertahan hidup. Maka dari itulah adanya alat berat ini merupakan terobosan untuk membantu kalangan petani kelas bawah yang punya biaya pas-pasan untuk membuka dan membersihkan lahan, yang selama ini tidak berani mereka kelola,” tandasnya.(Red)




















































































