FAKTAKALTENG.COM – PALANGKA RAYA – Menjelang musim hujan yang diperkirakan dapat meningkatkan potensi banjir di beberapa wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng), Anggota DPRD Kalteng, Abdul Hafid, mengingatkan pentingnya langkah antisipasi yang matang dari pemerintah daerah.
Ia menekankan bahwa kerja sama antara pemerintah kabupaten, kota, dan provinsi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) perlu diperkuat dalam memantau data dan prediksi cuaca untuk menghadapi musim hujan.
“BMKG memiliki data yang sangat berguna untuk memperkirakan kondisi cuaca. Oleh karena itu, baik pemerintah kabupaten maupun provinsi harus rutin melibatkan BMKG dalam pemantauan cuaca agar kita bisa mempersiapkan diri dengan baik, terutama pada bulan-bulan dengan curah hujan tinggi seperti September dan Oktober,” katanya.
Selain untuk mengantisipasi banjir, data cuaca dari BMKG dapat dimanfaatkan untuk sektor-sektor lain, seperti pertanian dan infrastruktur. Menurutnya, sektor-sektor ini sangat bergantung pada kondisi cuaca, sehingga informasi yang akurat sangat penting.
“Data cuaca yang akurat bisa mencegah berbagai masalah, terutama di sektor pertanian yang sangat rentan terhadap perubahan iklim. Ini juga akan membantu kita dalam merencanakan pembangunan infrastruktur yang lebih tahan terhadap cuaca ekstrem,” ujarnya.
Dirinya juga mengingatkan tentang pentingnya pemetaan dan mitigasi risiko di daerah-daerah rawan banjir. Ia menilai, dengan persiapan yang matang, dampak kerusakan akibat banjir bisa diminimalkan. “Pemerintah harus segera melakukan pemetaan wilayah-wilayah yang kerap terdampak banjir dan mengambil tindakan preventif. Dengan begitu, kita bisa mengantisipasi lebih awal dan mengurangi potensi kerusakan,” ujarnya.
Respon cepat dalam proses evakuasi dan distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak bencana sangat diperlukan. Ia berharap pemerintah dapat bekerja sama dengan semua pihak untuk memastikan bantuan sampai tepat waktu kepada warga yang membutuhkan.
“Dukungan dan respons cepat dari pemerintah sangat diharapkan, khususnya dalam distribusi bantuan dan proses evakuasi. Semua pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait, harus berkoordinasi agar bantuan bisa tersalurkan tepat waktu dan warga terdampak dapat segera mendapatkan pertolongan,” jelasnya. (red/adm)




















































































