FAKTAKALTENG.COM – Jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya, soroti tren investasi yang tidak jelas sumber nya atau investasi bodong, dewan minta masyarakat waspada dan hati-hati sebelum jadi korban.
Pandemi Covid-19 yang mengharuskan masyarakat di rumah saja membuat para afiliator memiliki banyak kesempatan menawarkan berbagai macam jenis investasi yang mudah di jangkau dan di akaes masyarakat.
“Dalan beberapa tahun terakhir, khususnya pada 2020 hingga 2021 kemarin tidak sedikit kasus investasi bodong ini ada di Kota Palangka Raya. Puluhan bahkan ratusan masyarakat kita menjadi korban, dengan nilai kerugian yang tidak sedikit. Ini harusnya sudah menjadi perhatian banyak pihak, terutama pada saat pandemi kemampuan dalam mengelola keuangan harus diutamakan,” kata anggota DPRD Kota Palangka Raya, Norhaini Rabu (2/1).
Legislator Partai Golkar ini menjelaskan, sistem investasi bodong biasanya menerapkan cara-cara baru menipu konsumen, salah satu nya dengan skema Ponzy atau skema piramida. Tindakan penipuan ini dikatakannya didasarkan pada perekrutan sejumlah investor sebagai penopang skema piramida, oleh promotor selaku puncak piramida. Investor-investor dibawahnya bertugas untuk mencari investor lainnya untuk memberikan uang sebagai modal investasi dengan iming-iming bunga pengembalian yang besar, bahkan terkesan tidak masuk akal.
“Ini harus diwaspadai. Siklusnya ya dimulai saat beberapa orang menginvestasikan uangnya. Setelah waktu yang ditentukan, pihak promotor biasanya akan mengembalikan modal kepada investor dengan tingkat bunga tertentu,” tuturnya.
“Nah, ketika nampak berhasil maka para investor biasanya akan kembali setelah diyakinkan kembali bahwa uang yang diinvestasikan berhasil dikembalikan. Siklus itu diualng beberapa kali, tapi pada satu waktu tertentu para promotor alih-alih mengembalikan uang sesuai janji tapi malah melarikan diri,” kata Norhaini lagi.
Kepada masyarakat, ia meminta agar selalu berhati-hati pada saat menerima tawaran untuk investasi. Bahkan dalam bentuk apapun. Sebelum berinvestasi, ia mengingatkan agar masyarakat bisa mencari tahu informasi secara menyeluruh dan terperinci mengenai investasi yang akan dijalankan, dan menghindari pihak yang tidak dapat menjelaskan rencana investasi dengan benar.
“Semakin besar keuntungan yang dijanjikan, semakin besar resiko kerugian yang akan dialami. High return high risk. Lebih baik selalu waspada pada investasi bodong. Jangan gunakan dana darurat dan dana kebutuhan sehari-hari untuk berinvestasi apabila anda belum meyakininya,” Pungkasnya. (Dy)
Foto : Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Norhaini. (Ist)




















































































