FAKTAKALTENG.COM – Harga komoditas buah kelapa sawit di Kalimantan Tengah(Kalteng) alami kenaikan yang awalnya Rp 2.000 menjadi Rp. 3000 per kilogram (Kg), hal ini di sambut baik kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalteng.
“Akhir-akhir ini harga jual buah sawit alami peningkatan, dari yang cuma Rp 2.000 jadi 3.000, lumayan lah ini cukup membantu para petani lokal sawit,” ujar Wakil Ketua DPRD Kalteng, Abdul Razak pada Senin, (8/11).
Ia menjelaskan, masyarakat yang memiliki perkebunan kelapa sawit baik melalu pengembangan plasma maupun mandiri yang tersebar di luasan wilayah Kalteng akan merasakan dampak positif di bidang ekonomi dengan adanya hal ini.“ Kelapa sawit inikan tidak hanya di perusahaan swasta, tapi ada beberapa yang milik masyarakat. Sehingga dengan naiknya harga sawit ini akan membantu ekonomi ditengah sulitnya usaha saat ini,” katanya.
Menurutnya, dengan adanya kenaikan harga buah kelapa sawit ini, Ia mengharapkan tertutupinya masalah kesulitan produksi dengan tetap mendapat keuntungan dari kenaikan harga yang tidak sebanding dengan besarnya kesulitan produksi.“Memang produktivatasnya sempat menurun, tapi itu bisa ditutupi karena harganya naik. Makanya saya berharap ada perbaikan, supaya ada dampak yang lebih besar untuk masyarakat,” harapnya.
Kenaikan harga kelapa sawit ini diharapkannya tetap stabil di angka yang pantas agar produktivitasnya kembali normal dan akan berdampak dengan keseimbangan ekonomi di masyarakat. Mengingat cuaca dengan curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini sangat membantu di bidang produksi. “Kalau harga masih pada saat ini atau bahkan naik, maka nanti dampak ekonominya besar saat produktivitas normal lagi,” tutupnya.(Dy)














































































