PALANGKA RAYA – Juru Bicara Fraksi Partai Golkar DPRD Kalimantan Tengah, Okki Maulana menyoroti, struktur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2026. Dalam penyampaiannya, Okki Maulana mengungkapkan bahwa total pendapatan daerah mencapai Rp7,105 triliun lebih.
“Dari total pendapatan tersebut, Pendapatan Asli Daerah (PAD) menyumbang sebesar Rp2,776 triliun lebih, atau sekitar 39,1 persen. Sisanya, lanjutnya, berasal dari transfer Pemerintah Pusat dan lain-lain pendapatan daerah yang sah,” ucapnya, saat membacakan pandangan fraksinya di Rapat Paripurna Ke-4 Masa Persidangan | Tahun Sidang 2025, Selasa (14/10/2025) kemarin.
Menyikapi komposisi ini, Fraksi Golkar DPRD Kalteng menekankan, pentingnya penguatan kemandirian fiskal daerah. Okki Maulana menjelaskan bahwa hal ini dapat dicapai melalui langkah-langkah inovatif dan terukur.
“Beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan antara lain memperluas basis pajak daerah, melakukan digitalisasi sistem pemungutan dan integrasi data wajib pajak, menata ulang skema retribusi daerah, serta mengoptimalkan aset dan kekayaan daerah secara profesional,” jelasnya.
Lebih lanjut, Okki Maulana menegaskan, bahwa upaya peningkatan PAD ini harus dilakukan tanpa menambah beban baru bagi masyarakat kecil. Fraksi Golkar mendorong, agar setiap kebijakan yang diambil tetap berpihak pada kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan Kalimantan Tengah, dapat semakin mandiri secara fiskal dan mampu membiayai pembangunan daerah secara berkelanjutan. (Red/Adm)




















































































