FAKTAKALTENG.COM – Ketua Komisi II DPRD Barito Selatan Ensilawatika Wijaya meminta kepada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM) setempat untuk terus memonitoring perkembangan harga jual minyak goreng di pasaran.
Pesan ini ia sampaikan menanggapi monitoring dan sosialisasi yang sudah dilakukan oleh Disperindagkop dan UMKM Barsel di Buntok pada Sabtu, 22 Januari 2022 lalu.
Menurutnya, apa yang sudah dilakukan oleh Disperindagkop sudah sangat baik, namun upaya pemantauan harus terus dilakukan untuk memastikan agar kebijakan harga yang ditetapkan oleh pemerintah sebesar Rp14.000 perliter bisa berjalan sebagaimana mestinya.
“Monitoring ini juga bertujuan untuk terus memantau ketersediaan minyak goreng di pasaran, jangan sampai terjadi kelangkaan minyak goreng di daerah kita. Karena selain dalam rangka penyesuaian harga kebijakan Menteri Perdagangan RI, stabilitas harga bahan pokok juga harus tetap dijaga mengingat kita tidak lama lagi memasuki bulan puasa,” katanya, Jum’at (28/1).
Ia menambahkan, jika diperlukan pemantauan akan lebih bagus bisa dilaksanakan setiap hari agar supaya penyesuaian harga minyak goreng ini bisa segera terlaksana. “Jangan hanya di ritel modern saja, tapi juga di pasar- pasar tradisional,” imbuhnya.
Selain itu, dirinya juga berpesan kepada seluruh masyarakat khususnya di Barsel untuk ikut menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok yang ada di pasaran. “Untuk masyarakat, kita ingatkan supaya jangan sampai melakukan pembelian bahan pokok terutama minyak goreng ini berlebihan (panic buying). Beli saja sesuai kebutuhan, supaya stock kita tidak kosong dan harga tetap stabil,” tutupnya. (Red/**)




















































































