KUALAPEMBUANG, FAKTAKALTENG.COM – Jajaran Polres Seruyan melaksanakan panen tambak bandeng dan penyerahan bibit tanaman buah-buahan kepada masyarakat di Desa Sungai Undang, Kecamatan Seruyan Hilir. Kegiatan ini merupakan bagian dari akselerasi program ketahanan pangan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor perikanan dan pertanian.
Panen tambak berlangsung di lahan milik Anang Samhudi, pembudidaya lokal, dengan luas mencapai 4 hektare. Hasil panen ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi positif bagi warga sekitar.
Kapolres Seruyan, AKBP Han’s Itta Papahit, mengatakan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kolaborasi lintas sektor yang melibatkan aparat keamanan, akademisi, pemerintah, hingga masyarakat. “Kita bisa bilang ini kolaborasi. Di sini ada elemen pemerintahan dari dinas terkait, ada juga polisi sebagai penggerak ketahanan pangan. Kita merangkap peran, tidak semuanya bersifat tunggal. Saya mewakili pemerintah sekaligus akademisi. Pak Jamil Mubarak juga mewakili akademisi, kami satu almamater di program kepolisian tempohari, tapi beliau juga seorang pengusaha,” ujarnya di Kuala Pembuang, Sabtu (17/5).
Selain panen bandeng, masyarakat juga menerima bantuan bibit tanaman buah-buahan yang disesuaikan dengan kondisi geografis wilayah. Bibit yang disalurkan antara lain rambutan, durian, mangga, alpukat, jambu, dan kelengkeng. Bibit ini diharapkan dapat ditanam dan dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan secara berkelanjutan.
Kapolres Seruyan menambahkan, bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dukungan pihaknya terhadap program ketahanan pangan yang digalakkan pemerintah. “Kami berharap panen tambak bandeng ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, dan penyerahan bibit buah-buahan bisa menjadi investasi jangka panjang bagi warga Desa Sungai Undang,” harapnya.
Sementara itu, Jamil Mubarak dari STIK-PTIK yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menambahkan bahwa sebanyak 500 bibit telah disalurkan untuk wilayah Seruyan. “Bibit buah-buahan seperti jambu, durian, kelengkeng yang cocok ditanam di dataran rendah, dibagikan langsung ke masyarakat untuk ditanam di lahan masing-masing. Waktu panen diperkirakan sekitar tiga tahun,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa di wilayah Kuala Pembuang terdapat sekitar 11 hektare tambak yang turut menjadi bagian dari pengelolaan kegiatan ini. Seluruh rangkaian kegiatan ini dinilai mampu mendorong kemandirian pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat sinergi antarelemen di Kabupaten Seruyan.
(isn/faktakalteng.com)




















































































