KUALA PEMBUANG, FAKTAKALTENG.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Petanian (DKPP) terus memantau perkembangan harga pangan atau bahan pokok (bapok) terutama beras, yang mengalami kenaikan.
Untuk menjaga stabilitas harga, Kepala Bidang Distribusi dan Kerawanan Pangan DKPP Kabupaten Seruyan Amir mengungkapkan, bahwa pihaknya melakukan pemantauan secara rutin dan berkoordinasi dengan instansi daerah melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk rapat virtual yang dilakukan secara berkala.
“Kami melakukan pemantauan harian dan berkoordinasi dengan instansi daerah melalui zoom meeting. Fokus kami saat ini adalah pada komoditas beras dengan penugasan SPHP dari Bulog yang dijual seharga Rp13.100 per kilogram untuk kualitas medium,” katanya Kuala Pembuang. Selasa (7/1).
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menstabilkan harga pangan yang semakin tinggi. Untuk beras yang berasal dari Jawa, harga di tingkat pertanian saat ini berkisar antara Rp14.000 hingga Rp15.000 per kilogram, sebuah kenaikan yang perlu diperhatikan agar tidak berdampak lebih jauh pada daya beli masyarakat.
“Pemerintah melalui program SPHP berharap dapat memastikan pasokan beras yang cukup di pasar dengan harga yang stabil. Hal ini diupayakan agar masyarakat, terutama yang berada di lapisan ekonomi menengah ke bawah, tidak terbebani dengan lonjakan harga yang terus berlanjut,” pungkasnya.
Dengan adanya pemantauan yang intensif dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, diharapkan ketersediaan dan harga pangan, khususnya beras, dapat tetap terjaga. Pemerintah berkomitmen untuk mengambil langkah-langkah strategis demi menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
(isn/faktakalteng.com)




















































































