FAKTAKALTENG.COM – Anggota Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Abdul Kadir menyoroti data penerima bantuan sosial (Bansos) yang banyak dianggap tidak akurat dan cenderung tidak tepat sasaran.
Kadir mengakui, banyak data penerima BLT tidak sinkron. Masyarakat mengeluh karena banyak yang tidak dapat bantuan. “Banyak permasalahan dan persoalan di dalam data penerima bantuan dari pemerintah. Ini harus dibenahi, ternyata kita tidak siap dengan data yang akurat dan update,” kata Abdul Kadir.
Menurutnya, saat reses beberapa waktu lalu, anggota DPRD Kotawaringin Timur mendapat keluhan yang sama dan masyarakat di dapil masing-masing, yakni banyaknya warga yang belum mendapatkan bantuan pemerintah.
“Ini perlu sinkronisasi data, agar tidak amburadul. Kami berharap ini menjadi perhatian serius masyarakat agar tidak ada warga yang terlewat, jika memang mereka layak menerima bantuan. Perbaiki data agar benar-benar valid sesuai kondisi di lapangan,” pungkasnya. (Red)




















































































