FAKTAKALTENG.COM – KUALA PEMBUANG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Seruyan Bejo Riyanto mempertanyakan tentang sistem perencanaan pengadaan obat-obatan di fasilitas kesehatan (faskes) khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kuala Pembuang.
Pasalnya, Anggota DPRD Seruyan Bejo Riyanto mengungkapkan, bahwa banyak obat-obatan di RSUD setempat yang sudah kadaluarsa, sehingga terkesan mubazir karena tidak dapat digunakan lagi.
“Ini juga yang menjadi pertanyaan kita, terkait dengan pendataan obat ini mereka menggunakan apa, dan pedomannya seperti apa. Karena kalau kita dilaporan itu banyak obat yang kadaluarsa, artinya berlebih-lebihan,” katanya.
Maka dari itulah, dirinya meminta agar perencanaan pengadaan obat baik itu di rumah sakit maupun di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) bisa lebih dimatangkan untuk mencegah terjadinya hal tersebut.
Hal ini agar supaya pengadaan obat-obatan bisa lebih efisien dan mencegah terjadinya anggaran yang terbuang percuma atau mubazir. “Perencanaan pengadaan obat-obatan ini harus lebih dioptimalkan lagi. Artinya, kita setidaknya harus meminimalisir supaya kasus seperti banyaknya obat kadaluarsa ini tidak terjadi lagi,” pungkasnya. (red/adm)




















































































