FAKTAKALTENG.COM – Bupati Seruyan, Yulhaidir mengingatkan sekaligus mengimbau kepada Ketua maupun pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Seruyan agar tidak ikut terlibat dalam politik praktis.
Hal ini diutarakan Bupati Seruyan saat menghadiri sekaligus membuka acara Musyawarah Daerah (Musda) IV MUI Kabupaten Seruyan 2022 di Gedung Serbaguna, Kuala Pembuang, Selasa (15/2).
Pada sambutannya itu, dia berharap siapapun nantinya yang terpilih sebagai ketua maupun pengurus baru agar terhindar dari unsur politik sehingga dapat bersifat netral karena ulama adalah pemersatu semua kalangan masyarakat.
“Siapa pun yang terpilih sebagai ketua MUI nantinya harus terhindar dari unsur politik karena ulama adalah pemersatu kita, kalau ulamanya berpolitik nanti siapa pemersatu kita,” katanya.
Pada kesempatan itu, Yulhaidir juga menyampaikan bahwa di tahun 2024 adalah masa pemilu sehingga dia berharap nantinya para alim ulama agar dapat bersifat netral dan menjaga kesatuan persatuan semua kalangan masyarakat.
“Dalam hal ini para alim ulama sangat berperan penting untuk mengayomi dan mempersatukan para kontestan yang beradu di pilkada serentak nantinya,” pungkasnya. (Isk)




















































































