MUARA TEWEH – Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, melalui sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Politik dan Hukum, Drs. H. Ardian, secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Barito Utara bersama lembaga keagamaan Hindu, yang digelar di Aula Hotel Hayak Tamara Muara Teweh.
Rakor ini dihadiri oleh Ketua PHDI Provinsi Kalimantan Tengah, Ketua PHDI Kabupaten Barito Utara, perwakilan lembaga keagamaan Hindu, serta tokoh masyarakat. Kegiatan ini diharapkan menghasilkan langkah konkret dalam memperkuat peran umat Hindu di Barito Utara menuju kehidupan Shanti, Siddhi, lan Jagadhita — damai, sejahtera, dan membawa manfaat bagi alam semesta.
Dalam sambutannya, Bupati Shalahuddin menekankan bahwa lembaga keagamaan memegang peran penting, tidak hanya dalam pelaksanaan ritual, tetapi juga dalam pembinaan moral, sosial, dan budaya umat Hindu. Ia menekankan perlunya koordinasi harmonis antar-lembaga keagamaan, agar fungsi tersebut dijalankan secara efektif dan efisien.
Bupati juga menyoroti tantangan modern yang dihadapi umat Hindu, termasuk kemajuan teknologi, pergeseran nilai budaya, serta menurunnya partisipasi generasi muda dalam kegiatan keagamaan. Menurutnya, tantangan tersebut harus dijawab dengan pendekatan bijaksana, inklusif, dan berlandaskan semangat Dharma.
“Melalui koordinasi yang baik, kita dapat menyamakan persepsi, memperkuat komunikasi, dan menyusun langkah bersama untuk menghadapi berbagai tantangan umat Hindu di era modern ini,” tambah Shalahuddin.
Dalam arahannya, Bupati mengajak seluruh peserta rakor untuk memperkuat sinergi dalam beberapa aspek penting, seperti konsolidasi kelembagaan, pembinaan generasi muda berbasis nilai-nilai Dharma, pelestarian budaya dan tradisi Hindu Nusantara, serta partisipasi aktif dalam pembangunan daerah yang harmonis dan berkeadilan sesuai ajaran Tri Hita Karana.
“Saya berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas seremonial, tetapi benar-benar menjadi tonggak penguatan kelembagaan Hindu yang solid, profesional, dan mampu menjawab tantangan zaman,” tegas Shalahuddin.
Rakor ini juga menjadi forum strategis untuk berbagi pengalaman, membahas program kerja keagamaan, serta memperkuat kolaborasi antara PHDI, lembaga adat, pasraman, dan komunitas Hindu lokal dalam membangun Barito Utara yang harmonis, damai, dan berbudaya.




















































































