PALANGKA RAYA – Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Noor Fazariah Kamayanti, menegaskan bahwa kedaulatan pangan harus menjadi fondasi utama dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah. Menurut politisi dari Fraksi Partai Golkar ini, Kalteng masih sangat bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah, terutama untuk komoditas telur, daging sapi, dan ayam.
Ketergantungan tersebut, menurut Noor Fazariah, mencerminkan lemahnya kapasitas produksi pangan lokal yang perlu segera dibenahi agar ketahanan pangan daerah tidak rapuh, terutama jika pasokan dari luar terganggu. Ia mendorong adanya upaya untuk mendorong diversifikasi pangan berbasis komoditas lokal, yang harus dilakukan secara sistemik mulai dari hulu hingga hilir.
“Kita harus mendorong diversifikasi pangan berbasis komoditas lokal secara sistemik, dari hulu ke hilir. Ini penting agar ketahanan pangan kita tidak rapuh ketika pasokan dari luar terganggu,” tegas Noor Fazariah, Kamis 3 Juni 2025. Lebih lanjut, Noor juga mengusulkan agar program intensifikasi dan modernisasi sektor pertanian tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga didukung dengan akses pembiayaan yang lebih mudah, penguatan kelembagaan petani, serta perluasan pasar bagi hasil pertanian lokal.
Dia juga mengingatkan bahwa pemerintah memiliki kewajiban untuk melindungi lahan pertanian dari alih fungsi. Untuk itu, regulasi terkait Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) harus diperkuat. Noor Fazariah menekankan pentingnya memberikan insentif kepada petani agar mereka tetap dapat berproduksi dengan maksimal. “Pemerintah harus memperkuat regulasi LP2B dan memberikan insentif bagi petani agar mereka tetap produktif. Ini adalah bagian dari upaya kita untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan ekonomi daerah yang tangguh,” tambahnya.
Noor Fazariah juga memastikan bahwa Fraksi Golkar akan terus mengawal kebijakan-kebijakan yang berpihak pada kedaulatan dan kemandirian pangan daerah, demi tercapainya ekonomi daerah yang lebih berkelanjutan dan resilient. Kalteng, dengan potensi alam yang besar, diharapkan dapat mewujudkan kemandirian pangan yang lebih kuat di masa depan, guna mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.(Red/Adm)




















































































