KUALAPEMBUANG, FAKTAKALTENG.COM – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seruyan, Bahrun Abbas, mengingatkan seluruh lapisan masyarakat dan tenaga kesehatan untuk tidak terlena dengan situasi yang tampak tenang saat ini. Ia menegaskan bahwa kemunculan varian baru seperti MB.1.1 tetap menjadi ancaman serius yang dapat memicu lonjakan kasus sewaktu-waktu jika kewaspadaan menurun.
Peringatan ini disampaikan menyusul terbitnya Surat Edaran Nomor 400.7.7/33/DINKES/V/2025 yang memuat instruksi kesiapsiagaan menghadapi peningkatan kasus COVID-19 di beberapa negara Asia, seperti Thailand, Singapura, Malaysia, dan Hongkong. Kendati data mingguan menunjukkan penurunan kasus nasional dari 28 menjadi 3 kasus pada pekan ke-20, situasi global tetap memerlukan perhatian.
Dalam surat edaran tersebut, seluruh fasilitas pelayanan kesehatan diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi dari Kementerian Kesehatan dan WHO. Dinkes juga menginstruksikan pelaporan aktif terhadap kasus ILI, SARI, Pneumonia, dan COVID-19 sebagai bagian dari upaya deteksi dini.
“Kita tidak boleh lengah. Protokol harus tetap dijalankan, terutama bagi masyarakat yang memiliki gejala saluran pernapasan atau riwayat kontak dengan pasien. Deteksi dini dan respon cepat adalah kunci,” ujarnya di Kuala Pembuang, Selasa (10/6).
Dinkes Seruyan juga menekankan pentingnya kesiapan rumah sakit rujukan seperti RSUD Kuala Pembuang dan RSUD Hanau, serta seluruh Puskesmas dan klinik di wilayah kabupaten. Fasilitas-fasilitas tersebut diminta memastikan sistem pelaporan cepat berjalan optimal bila terjadi peningkatan kasus.
Selain kesiapan internal, Dinas Kesehatan juga tetap mendorong masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dasar, seperti mencuci tangan dan menggunakan masker di tempat ramai. Upaya bersama disebut sebagai benteng utama mencegah potensi transmisi lokal.
(isn/faktakalteng.com)




















































































