FAKTAKALTENG.COM – Anggota DPRD Palangka Raya, Beta Syailendra mengatakan, reboisasi di tepi sungai merupakan salah satu langkah untuk solusi mencegah terjadinya bencana banjir.
“Penghijauan itu tidak hanya dilakukan di Kota Palangka Raya saja, melainkan kabupaten tetangga yang sungainya satu jalur dengan daerah kita harus melakukan hal yang serupa,” katanya baru-baru ini.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Palangka Raya itu menambahkan, serapan pepohonan yang berada di pinggir sungai tidak normal lagi, lantaran kawasan setempat sudah mengalami alih fungsi. Dengan alih fungsi tersebutlah resapan air hujan yang turun tidak bisa diserap oleh pepohonan yang ada di wilayah setempat.
“Gerakan reboisasi di pinggir Sungai Kahayan tentunya harus segera dilaksanakan dan dinas terkait di Provinsi serta daerah lain yang satu alur sungainya juga harus melakukan hal tersebut, agar banjir tidak terjadi di mana-mana,” ucapnya.
“Aktivitas Penambangan liar di sungai menyebabkan dangkalnya sungai, akibatnya terjadi pendangkalan sungai. Sementara untuk penanganan jangka pendek terkait banjir adalah percepat pendistribusian bantuan baik itu makanan siap saji, selimut tidur dan lain sebagainya bagi korban terdampak banjir,” tutupnya. (Dy/A29)




















































































