FAKTAKALTENG.COM – Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memoles salah satu bangunan ikon ibu kota yaitu Bundaran Besar mendapat perhatian Tokoh Adat Dayak, Parada L.KDR.
Dirinya mendukung penuh apa yang menjadi keputusan pemerintah untuk merenovasi Bundaran Besar yang menyesuaikan dengan kemajuan zaman.
“Dalam masterplan renovasi dari bundaran itu, tetap tidak merubah nilai-nilai sejarah dan budaya yang selama ini menjadi hal utama dan ciri khas bundaran,” katanya, Senin (5/9).
Diketahui, bundaran besar bagi masyarakat Kalteng pada umumnya dan Kota Palangka Raya pada khususnya, memiliki nilai sejarah yang turut menyertai berdirinya Kota Palangka Raya.
“Oleh karena itu, desain tetap mempertahankan simbol utama. Seperti patung dan tugu serta ornamen Dayak yang berada ditengah bundaran. Simbol itu sejauh ini memang menjadi penanda dan bernilai cagar budaya bagi masyarakat Kalteng,” lanjutnya.
Selebihnya, Parada yang juga merupakan Ketua Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan (MD-AHK) Kota Palangka Raya tersebut mengajak masyarakat untuk mendukung adanya renovasi Bundaran Besar Kota Palangka Raya tersebut. (Dy/A29)




















































































