FAKTAKALTENG.COM – Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Juliansyah mengatakan, wilayah Selatan Kotim masih kerap kali kebanjiran.
Untuk itu ia mendesak agar Pemkab Kotim menangani persoalan banjir di wilayah selatan. Terutama di sekitar Desa Lampuyang Kecamatan Teluk Sampit.
”Saya mendorong agar pemerintah daerah melalui dinas teknis bisa turun tangan melakukan inventarisasi berapa hektare dan berapa potensi kerugian beras yang diproduksi, apabila keseluruhan areal pertanian di sana dinyatakan gagal panen,” ujarnya.
Juliansyah melanjutkan, pendataan itu harus dilakukan oleh tim teknis. Apalagi tegasnya, itu berkaitan dengan cadangan pangan di daerah tersebut. Dirinya mengaku khawatir, jika terjadi gagal panen maka berpengaruh kepada tingkat cadangan pangan daerah.
“Kalau mendengar informasi yang beredar areal pertanian itu sangat luas, apalagi katanya ada kerugian di sana yang mencapai miliaran rupiah. Artinya ini tidak main-main. Ini sudah bisa diklasifikasikan sebagai sebuah kejadian yang tidak biasa dan harus ditangani pemerintah daerah juga secara cepat,” jelasnya.
Ditambahkannya, apabila nantinya memang sudah diketahui data pasti maka pemerintah harus membantu petani itu, apakah nantinya dengan bantuan bibit, pupuk hingga modal kepada mereka tersebut.
”Paling tidak pemerintah bisa bantu mereka seperti bibit lagi, atau pupuk supaya mereka bisa bangkit lagi untuk menjadi petani yang produktif. Karena petani itu pada prinsipnya merupakan penyangga daerah dan bangsa ini,” tandasnya. (Red)




















































































