FAKTAKALTENG.COM – Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rinie Anderson menyebutkan ekonomi masyarakat saat ini berjalan karena adanya pasar tradisional yang operasional.
Seandainya pasar tradisional ini ditutup, maka ekonomi akan berdampak buruk. Ada ribuan masyarakat, baik secara langsung dan tidak langsung bergantung kepada aktivitas di pasar tradisional.
Hal itulah yang menjadi pertimbangan pemerintah selama ini tidak ada menghentikan aktivitas transaksi di pasar tradisional.
“Ada ribuan jiwa yang terbantukan dengan adanya pasar tradisional ini, mulai dari petani, pengepul, pedagang, semuanya bias terlibat dalam aktivitas pasar tradisional. Maka dari itu pemerintah masih memberikan toleransi untuk aktivitas di pasar tradisional. Asalkan pasar itu tidak mengabaikan protokol kesehatan,” kata Rinie.
Ia mengakui, keberadaan pasar tradisional dalam beberapa tahun terakhir mulai menghadapi ancaman dan dikhawatirkan pedagang akan gulung tikar karena bangkrut. Pedagang pasar tradisional bisa saja bangkrut karena tidak mampu bersaing menghadapi menjamurnya pasar modern atau pusat perbelanjaan.(Red)




















































































