FAKTAKALTENG.COM – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Rudianur mengaku prihatin mengetahui sopir yang harus meminta sumbangan di jalan untuk memperbaiki Jalan Mohammad Hatta atau lingkar selatan Sampit.
Kondisi ini seharusnya tidak perlu terjadi jika memang komunikasi dan sinergitas antara pemerintah provinsi dan daerah serta dunia usaha berjalan dengan baik.
“Ini secara tidak langsung merupakan sentilan bagi pemerintah daerah karena para sopir sampai harus minta sumbangan di jalan. Makanya sejak kemarin kami terus mendorong pemerintah daerah untuk segera mengatasi kerusakan ini,” ujar Rudianur.
Jalan lingkar selatan membentang sepanjang 7,5 kilometer dari Bundaran Balanga Jalan Jenderal Sudirman hingga Bundaran KB Jalan HM Arsyad. Ruas jalan ini dikhususkan untuk angkutan berat dari maupun menuju Pelabuhan Bagendang sehingga tidak masuk melintasi jalan dalam Kota Sampit.
“Pemerintah daerah tidak boleh membiarkan kondisi ini berlarut-larut karena akan menimbulkan dampak luas. Ruas jalan itu juga dilewati angkutan sembako sehingga jika terganggu maka bisa berdampak terhadap distribusi,” tegasnya.
Kerusakan ruas jalan ini bisa berpengaruh terhadap perekonomian makro dan mikro karena merupakan akses menuju Pelabuhan Bagendang. Selain itu, jika jalan lingkar selatan tidak diperbaiki maka angkutan-angkutan berat itu akan beralih melintasi jalan dalam kota.
Dampaknya jalan dalam kota yang dilewati kendaraan-kendaraan berat itu dipastikan akan kembali rusak sehingga akan mengganggu aktivitas masyarakat.(Red)




















































































