Muara Teweh – Hari kedua Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) XXXIII Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah di Muara Teweh berlangsung hidup dan penuh kreativitas. Sorotan utama tertuju pada cabang Seni Kaligrafi Al-Qur’an yang digelar di lapangan Excellent Futsal, menarik perhatian pengunjung dan dewan hakim dengan kualitas karya peserta yang semakin meningkat.
Tahun ini, lomba kaligrafi mempertandingkan dua kategori, yakni Kaligrafi Dekorasi dan Kaligrafi Kontemporer, masing-masing untuk peserta putra dan putri. Sejak sesi awal, suasana kompetitif terasa jelas, dengan peserta menampilkan kreativitas tinggi dan ketelitian dalam setiap karya.
Ketua Majelis Dewan Hakim, Muhammad Safaruddin, mengatakan seluruh peserta hadir lengkap dan sudah siap bersaing. “Tampak jelas persiapan mereka lebih matang dibanding tahun sebelumnya. Setiap detail dan estetika karya diperhatikan dengan serius,” ujarnya.
Dalam kategori Dekorasi, tercatat 12 peserta putra dan 12 peserta putri, sedangkan kategori Kontemporer diikuti 13 peserta putra dan 13 peserta putri. Hanya dua kabupaten, Sukamara dan Lamandau, yang belum berpartisipasi.
Mohamad Ridwan, panitia Majelis Kaligrafi, menilai peningkatan kualitas karya peserta sangat signifikan. Ia memuji perpaduan warna, detail ornamen, dan kreativitas penulisan huruf yang lebih variatif dibandingkan tahun sebelumnya. “Kini peserta tidak hanya menulis indah, tapi juga mampu memadukan unsur dekoratif dan kontemporer secara harmonis,” katanya.
Meski demikian, beberapa peserta masih membawa mal gambar dan contoh warna pada sesi awal, yang dikategorikan sebagai pelanggaran ringan. Ridwan menegaskan bahwa pada babak final aturan akan diperketat untuk menjaga sportivitas kompetisi.
Safaruddin menambahkan, seni kaligrafi menuntut konsistensi latihan dan kesabaran. “Kaligrafi bukan sekadar seni visual, tetapi wujud kecintaan terhadap Al-Qur’an. Latihan rutin akan menghasilkan karya yang lebih memukau dan bermakna,” ujarnya.
Selain menjadi arena kompetisi, lomba ini juga mempererat tali silaturahmi antar peserta dari berbagai kabupaten. Pengunjung tampak antusias menyaksikan proses pembuatan karya dan memberikan dukungan langsung.
Cabang kaligrafi MTQH XXXIII dijadwalkan berlangsung hingga Kamis, menjelang pengumuman pemenang. Panitia berharap cabang ini dapat menginspirasi generasi muda untuk mencintai Al-Qur’an melalui seni sekaligus mengembangkan potensi kreatif yang membanggakan bagi daerah masing-masing.




















































































