FAKTAKALTENG.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) kalteng yang tergabung di dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah, memberi peringatan dini dalam pencapaian pengendalaian inflasi daerah selama satu tahun kedepan.
Akhmad Tantowi Koordinator Fungsi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng menyampaikan hal ini bukan tanpa alasan, mengingat beberapa tahun belakangan di tahun 2018-2019, tahun ini menjadi tahun yang paling tinggi angka kenaikan inflasi nya.
“Kita lihat inflasi tahun ke tahun ini sekarang kan sudah di angka 3,86 persen ya, akan terus kita pantau pergerakannya selama satu tahun kedepan untuk menjadi indikator penilaian kita kedepan,” pungkasnya.
Ia mengatakan, fenomena inflasi ini merata terjadi di seluruh Indonesia dengan berbagai macam yang mempengaruhi nya, mulai dari stok barang yang mulai habis atau mulai tumbuh nya aktifitas perekonomian setelah masa gawat pandemi-Covid-19.
“Di kalimantan sendiri terpantau seluruh wilayah kota nya mengalamai inflasi, salah satu nya provinsi tetangga kita Kalimantan Selatan,” ujar nya.
Di lanjutkannya, saat di pantau di lapangan kenaikan harga beberapa komuditas menjadi penunggang utama penyebab kenaikan inflasi di Palangka Raya dan kota sekitarnya.
“Januari ini salah satu yang menyebabkan inflasi ini adalah kenaikan harga gas LPG, di Palangka Raya menjadi penyebab terbesar kenaikan inflasi, dan komuditas lainnya,” pungkasnya. (Dy)
Foto : Akhmad Tantowi (tengah) Koordinator Fungsi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng.




















































































