SAMPIT – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Sutik, kembali menyerap aspirasi masyarakat Kecamatan Mentawa Baru Ketapang (MB Ketapang), Kabupaten Kotawaringin Timur, melalui kegiatan reses yang dilaksanakan pada 6–13 Juli 2025.
Dalam kunjungan tersebut, ia juga memantau langsung progres sejumlah program pembangunan yang bersumber dari dana pokok pikiran (pokir) miliknya yang tahun ini mencapai Rp10 miliar khusus untuk wilayah MB Ketapang.
“Untuk tahun ini dari dana pokir saya sendiri ada sekitar Rp10 miliar di Kecamatan MB Ketapang. Bulan ini sudah mulai dikerjakan beberapa proyek, salah satunya di Jalan Bumi Ayu dengan total anggaran hampir Rp3 miliar untuk sekitar lima program perbaikan jalan,” ungkap Sutik, Selasa 8 Juli 2025.
Selain Jalan Bumi Ayu, program pembangunan lainnya juga menyasar Desa Bapanggang, termasuk proyek pembangunan siring sungai dan pengecoran jalan.
Ia menyebut, realisasi hasil reses sebelumnya telah mencapai hampir 99 persen, yang dinilainya sebagai bukti keseriusan pemerintah provinsi dalam merespons kebutuhan masyarakat.
“Syukur alhamdulillah, untuk aspirasi yang kita sampaikan selama ini, anggaran di tingkat provinsi cukup besar. Kita juga patut bersyukur karena Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, sangat terbuka komunikasinya dengan anggota dewan. Bila ada masukan, langsung cepat ditanggapi,” katanya.
Tak hanya melakukan reses, Sutik juga menyempatkan diri mengunjungi sejumlah titik program provinsi yang sedang berjalan maupun yang segera akan dilaksanakan. Selain itu, ia melaksanakan pertemuan langsung dengan warga di malam hari untuk mendengarkan keluhan dan aspirasi secara lebih leluasa.
“Kalau malam, warga bisa berkumpul lebih banyak karena siang hari kebanyakan dari mereka bekerja. Jadi dialog malam ini justru sangat efektif untuk menyerap aspirasi,” tambahnya.
Menanggapi kunjungan tersebut, Camat MB Ketapang, Irpansyah, menyampaikan harapannya agar pemerintah provinsi, melalui dukungan anggota DPRD seperti Sutik, juga memperhatikan persoalan pengelolaan sampah di wilayahnya.
“Kami juga mengharapkan adanya program dari provinsi untuk mendukung pengelolaan sampah, terutama di kawasan perumahan dan desa. Harapan kami di setiap desa bisa dibangun depo atau TPS 3R. Karena desa juga menjadi salah satu penghasil sampah yang besar,” ujarnya.
Irpansyah mencontohkan, saat ia masih menjabat sebagai Lurah Ketapang, usulan pembangunan depo sampah sempat disampaikan ke provinsi dan berhasil direalisasikan. Ia berharap, keberhasilan tersebut bisa ditiru di beberapa desa lain di wilayah MB Ketapang.
“Semoga aspirasi ini bisa diperjuangkan oleh Pak Sutik ke tingkat provinsi, agar pengelolaan lingkungan kita makin tertata dan berdampak langsung bagi masyarakat,” tutupnya.(Red/Adm)




















































































