PALANGKA RAYA — Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Hero Harapanno Mandouw, mengecam keras promosi sebuah tempat hiburan malam yang menyasar mahasiswa dengan menawarkan diskon khusus. Ia menilai tindakan tersebut tidak pantas, merusak moral generasi muda, dan harus mendapat sanksi tegas dari pihak berwenang.
Hero menyampaikan tanggapan itu setelah melihat beredarnya sebuah video di media sosial yang menampilkan promosi diskon untuk mahasiswa di sebuah tempat hiburan malam di Palangka Raya.
“Kemudian soal yang kemarin, saya melihat ada video di media sosial yang mempromosikan diskon untuk mahasiswa di tempat hiburan malam. Jika ajakan tersebut memang dibuat oleh pihak internal, baik bagian pemasaran, pekerja, atau karyawan dari tempat hiburan malam tersebut, saya selaku anggota Komisi III DPRD Kalteng mengecam keras tindakan itu,” ujarnya, baru-baru ini.
Menurut Hero, promosi semacam itu bukan hanya tidak pantas, tetapi juga bertentangan dengan upaya membangun generasi muda yang sehat, produktif, dan berakhlak baik. Ia menegaskan bahwa media sosial memang tidak bisa dihindari, dan modernisasi teknologi tidak bisa dielakkan. Namun, menurutnya, teknologi seharusnya digunakan untuk hal-hal positif, bukan untuk mengajak mahasiswa terlibat dalam aktivitas yang kurang bermanfaat.
“Media sosial memang tidak bisa ditolak, dan modernisasi teknologi tidak bisa dielakkan. Namun, mari gunakan itu untuk hal-hal yang baik,” tuturnya.
Hero juga menyayangkan pihak tempat hiburan malam yang memanfaatkan status mahasiswa sebagai daya tarik promosi. Ia menyebut pola-pola semacam itu sebagai contoh buruk yang tidak patut dicontoh dan harus dihentikan. “Mengajak mahasiswa, generasi muda kita, datang ke tempat hiburan malam dengan cara seperti itu sangat tidak patut,” tegasnya.
Politisi dari fraksi Demokrat ini, Hero menolak keras pola promosi yang menyasar mahasiswa dan mendorong pihak berwenang untuk mengambil langkah tegas terhadap pelaku. “Saya menolak keras pola-pola ajakan seperti itu. Saya mendorong pihak-pihak terkait, bila perlu, mengambil langkah tegas, memberikan sanksi atau tindakan yang diperlukan. Jangan sampai hal seperti ini terulang kembali,” katanya.
Hero juga meminta masyarakat, khususnya mahasiswa, untuk lebih bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah terpengaruh ajakan-ajakan yang bisa merugikan diri sendiri. Ia berharap ada pengawasan yang lebih ketat terhadap praktik-praktik promosi yang tidak mendidik, terutama yang disebarkan melalui media sosial.
“Saya harap ini menjadi perhatian serius. Jangan sampai generasi muda kita diarahkan pada hal-hal yang justru merugikan masa depan mereka sendiri. Saya minta pihak terkait jangan hanya memberi peringatan, tetapi jika perlu berikan sanksi nyata agar ada efek jera,” pungkasnya.(Red/Adm)




















































































