PALANGKA RAYA – Menjelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kabupaten Barito Utara, Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Yohanes Freddy Ering, menyerukan pentingnya menjaga integritas demokrasi dan kualitas proses pemilu. Politikus dari Fraksi PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa PSU bukan sekadar agenda administratif, melainkan momentum perbaikan menyeluruh terhadap tata kelola pemilu yang bermartabat.
“PSU harus benar-benar terlaksana dengan baik, bersih, transparan, dan bebas dari politik uang. Ini adalah kesempatan untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap sistem demokrasi kita,” ujar Freddy, Senin 9 Juni 2025. Dia meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menjalankan tugas secara profesional dan independen. Menurutnya, penyelenggara pemilu memiliki peran strategis dalam menjamin setiap tahapan berjalan sesuai asas jujur dan adil.
Freddy mengingatkan bahwa berbagai bentuk pelanggaran seperti politik uang, isu SARA, hoaks, dan intimidasi terhadap pemilih harus dicegah secara tegas. “Kejujuran dan keterbukaan dalam pelaksanaan PSU akan sangat menentukan kualitas hasil yang diterima masyarakat,” tambahnya. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya partisipasi aktif dari masyarakat dalam mengawasi jalannya PSU.
Masyarakat diminta tidak tergoda iming-iming materi dan berani menolak segala bentuk politik uang yang merusak prinsip pemilu yang berkeadilan. “Pilihlah calon pemimpin berdasarkan hati nurani, bukan karena tekanan atau imbalan. Demokrasi yang sehat membutuhkan pemilih yang berani dan cerdas,” tegas Freddy.
Tak hanya itu, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh adat, tokoh agama, peserta pemilu, dan aparat keamanan, untuk bersinergi dalam memastikan proses PSU berjalan aman dan damai. “Kolaborasi dan komitmen bersama menjadi kunci utama agar hasil PSU benar-benar mencerminkan aspirasi rakyat Barito Utara secara utuh,” pungkasnya.(Red/Adm)




















































































