PALANGKA RAYA – Pengelolaan sektor pertambangan di Kalimantan Tengah kembali mendapat sorotan tajam dari Fraksi Partai Golkar DPRD Kalteng. Melalui Anggota Komisi II, Noor Fazariah Kamayanti, fraksi ini menegaskan pentingnya peran aktif perusahaan tambang dalam memenuhi tanggung jawab sosial dan lingkungan di sekitar wilayah operasional mereka.
“Fraksi Partai Golkar memberikan perhatian serius terhadap pengelolaan sumber daya alam, terutama di sektor pertambangan. Kami menilai, perusahaan tidak boleh hanya mengejar keuntungan ekonomi semata,” tegas Fazariah, legislator asal Dapil V Kapuas dan Pulang Pisau, Senin 12 Mei 2025.
Menurutnya, aktivitas pertambangan seringkali membawa dampak signifikan terhadap lingkungan dan fasilitas umum. Karena itu, kontribusi nyata perusahaan tambang dalam bentuk pembangunan infrastruktur, pelestarian lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat harus menjadi kewajiban, bukan pilihan.
“Kami mendorong agar Pemerintah Provinsi mewajibkan perusahaan tambang ikut andil dalam menjaga dan memperbaiki infrastruktur di sekitarnya, sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan yang adil dan berkelanjutan,” ujarnya.
Fazariah menambahkan, tidak adil jika kerusakan jalan atau fasilitas umum yang ditimbulkan oleh aktivitas tambang justru menjadi beban anggaran pemerintah. Ia menekankan bahwa keberadaan industri tambang harus mampu memberikan dampak positif yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat lokal.
Fraksi Golkar berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan pengelolaan sumber daya alam, agar keberpihakan terhadap kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan tetap menjadi prioritas dalam pembangunan daerah.(Red/Adm)




















































































