KUALA PEMBUANG, FAKTAKALTENG.COM – Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Seruyan Sri Susanti, menyatakan bahwa hingga saat ini, empat kecamatan di Kabupaten Seruyan masih belum memiliki pos pemadam kebakaran (Damkar). Hal ini membuat wilayah tersebut menjadi rawan kebakaran, terutama ketika terjadi insiden yang membutuhkan penanganan cepat. Kondisi ini memaksa warga untuk lebih waspada dan melakukan langkah-langkah pencegahan kebakaran secara mandiri.
Sri Susanti menjelaskan bahwa kendala utama dalam pendirian pos Damkar tersebut bukan hanya terbatas pada ketiadaan armada, tetapi juga pada kekurangan tenaga kerja.
“Kami ingin mendirikan pos Damkar di semua kecamatan, tetapi hambatan terbesar yang kami hadapi adalah keterbatasan jumlah petugas. Rekrutmen untuk petugas baru masih belum memungkinkan,” ujarnya di Kuala Pembuang.
Saat ini, sudah ada pos Damkar yang berdiri di enam kecamatan, antara lain Kecamatan Hanau, Danau Seluluk, Seruyan Raya, Danau Sembuluh, Seruyan Hilir, dan Seruyan Hilir Timur. Beberapa kecamatan tersebut bahkan telah dilengkapi dengan lebih dari satu unit armada pemadam kebakaran.
Sri Susanti menambahkan bahwa pihaknya terus berupaya untuk mengajukan tambahan tenaga dan armada pemadam kepada pemerintah daerah. “Kami berharap ada solusi yang cepat sehingga seluruh kecamatan di Kabupaten Seruyan bisa mendapatkan akses pelayanan pemadam kebakaran yang lebih cepat dan memadai,” tandasnya.
(isn/faktakalteng.com)




















































































