KUALA PEMBUANG, FAKTAKALTENG.COM – Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda menekankan pentingnya pengembangan serta pengawasan produk halal di daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menjaga stabilitas harga pangan.
Hal tersebut dirinya ungkapkan pada saat menghadiri Rapat Koordinasi Inflasi Mingguan yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting.
Rapat ini dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri dan diikuti oleh pejabat eselon I dan II dari berbagai kementerian terkait, termasuk Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Badan Pertanahan Nasional (BPN), Badan Pusat Statistik (BPS), serta Kementerian Pertanian (Kementan). Selain itu, rapat ini juga diikuti oleh kepala daerah (KDH) dari seluruh Indonesia. “Rapat ini menjadi forum penting bagi kami untuk menyamakan langkah dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga,” katanya di Kuala Pembuang.
Salah satu topik utama yang dibahas dalam rapat ini adalah mengenai produk halal. Pemerintah Kabupaten Seruyan berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pemangku kepentingan lainnya dalam menjaga stabilitas harga.
Rapat ini juga membahas langkah-langkah konkret dalam pengendalian inflasi, termasuk perkembangan Indeks Perkembangan Harga (IPH) M4 Februari 2025 di Kabupaten Seruyan yang tercatat mengalami penurunan sebesar -0,71. Beberapa komoditas yang memberikan andil dalam penurunan IPH tersebut antara lain telur ayam ras (-0,622), bawang merah (-0,493), dan cabai merah (-0,18). Sementara itu, fluktuasi harga tertinggi dalam minggu berjalan terjadi pada cabai rawit yang mengalami kenaikan sebesar 0,06.
Dirinya berharap melalui rapat koordinasi ini, berbagai kebijakan dan langkah strategis yang diambil dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah serta kesejahteraan masyarakat Seruyan. Usai mengikuti rapat koordinasi ini, Bupati Seruyan dijadwalkan akan menggelar rapat internal Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Seruyan guna memastikan adanya tindak lanjut atas hasil rapat dan agar TPID dapat berjalan secara optimal demi kesejahteraan masyarakat.
(isn/faktakalteng.com)




















































































