FAKTAKALTENG.COM – Pelaksanaan Assessment Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di beberapa Sekolah Dasar (SD) Kota Palangka Raya terpaksa di tunda akibat dari bencana alam banjir di wilayah kota Palangka Raya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Akhmad Fauliansyah, melalui Kepala Bidang Pembinaan SD, Rachmad Winarso mengatakan, sampai saat ini tercatat tiga SD/sederajat di kota setempat yang tidak dapat melaksanakan ANBK, akibat meningkatnya debit air.”Sampai saat ini ada tiga SD yang melaporkan kepada kami, untuk menunda pelaksanaan ANBK gelombang pertama hal tersebut dikarenakan bencana banjir itu sendiri yang tidak memungkinkan bagi sekolah tersebut untuk melaksanakannya”, ujarnya, Rabu (17/11).
Adapun ketiga Sekolah Dasar yang menunda pelaksanaan ANBK tersebut adalah SD Negeri 1 Bereng Bengkel, SD Negeri 8 Pahandut, dan SD Negeri 1 Tumbang Rungan. Ia mengimbau, kepada satuan pendidikan yang terdampak banjir agar dapat melaporkan kondisi sekolahnya, melalui laman Kementerian Pendidikan, untuk nantinya dilakukan penjadwalan ulang pelaksanaannya.
Ditambahkannya, pelaksanaan ANBK terbagi dalam empat gelombang. Yang mana, gelombang pertama dilaksanakan pada 15-16 November, gelombang kedua 17-18 November, gelombang tiga 22-23 November, dan gelombang empat 24-25 November.
Terdapat 120 SD/sederajat dengan jadwal yang ditentukan oleh Kementerian Pendidikan. Terdapat 83 SD/sederajat yang melaksanakan ANBK secara mandiri dan 37 sisanya menumpang. (Dy)