FAKTAKALTENG.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Seruyan, Atinita, sampaikan protes warga Desa Tumbang Kasai tentang oknum kepala sekolah yang diberikan pelaksanaan tugas (Plt) sepihak tanpa ada koordinasi dengan kepala sekolah yang masih dalam masa jabatan.
Atinita menjelaskan, kejadian ini bermula ketika warga Desa Tumbang Kasai malalui tokoh-tokoh masyarakatnya menyampaikan permasalahan yang terjadi di daerah mereka tentang penolakan 1 oknum guru yang tanpa koordinasi langsung menggeser posisi kepala sekolah lama yang ada Sekolah Dasar Negeri 1 Tumbang Kasai di desa mereka.
“Ya jadi di sana ada 2 kepala sekolah yang langsung menjabat di 1 sekolahan, hal ini jadi perhatian masyarakat disana, soalnya kepala sekolah yang lama ini masa jabatannya belum selesai dan beliau juga tidak membuat masalah disana, kok bisa tiba-tiba ada kepala sekolah baru, nah ini yang jadi perhatian kami” jelas Atinita, Senin, (20/9) di Kuala Pembuang.
Ia mengatakan, hal ini tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku, yang mana seharusnya ada koordinasi antara pihak sekolah, koordinator lapangan (Korlap), dan Dinas Pendidikan (Disdik) untuk kasus seperti ini.
“Yang seharusnya ada koordinasi dengan korlap, kemudian korlap langsung sampaikan ke Disdik, baru di kaji lebih lanjut, sedangkan kondisi di lapangan oknum kepala sekolah baru ini malah langsung mendatangi Disdik tanpa administrasi lengkap, dan Disdik malah menanggapi langsung dengan memberikan surat Plt kok bisa begitu,” ujar Atinita.
Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini menegaskan, harus ada tindakan dari pihak terkait mengingat ini akan terud dipermasalahkan masyarakat yang ada di Desa Tumbang Kasai.
“Harus ada jalan keluar dari masalah ini, masyarakat Desa Tumbang Kasai melalui tokoh-tokohnya sudah menjelaskan bahwa pihak mereka akan melakukan penolakan oknum kepala sekolah baru itu bertahan di Desa mereka walau menjadi guru sekaligus,” pungkasnya.(Dy)














































































