FAKTAKALTENG.COM, KUALA PEMBUANG – Kondisi kualitas udara yang menurun akibat kabut asap di sejumlah wilayah Kabupaten Seruyan, terutama kawasan bagian tengah hingga hulu, mendapat perhatian dari Ketua DPRD Kabupaten Seruyan, Zuli Eko Prasetyo.
Zuli Eko meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Seruyan melakukan kajian terhadap kondisi udara tersebut, khususnya dampaknya terhadap aktivitas belajar mengajar di sekolah.
Menurutnya, apabila kualitas udara di suatu wilayah sudah tidak mendukung atau berpotensi mengganggu kesehatan siswa, pemerintah perlu mempertimbangkan langkah penyesuaian terhadap kegiatan pendidikan.
Ia mengatakan telah menerima laporan mengenai kondisi udara di wilayah hulu Seruyan dari masyarakat serta rekan-rekannya di daerah pemilihan (Dapil) II.
“Beberapa hari yang lalu saya juga mendapat laporan dari teman-teman di Dapil II berkaitan dengan kondisi udara di wilayah itu,” ujarnya.
Informasi mengenai kondisi tersebut, lanjutnya, telah disampaikan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Seruyan. Hal itu diharapkan menjadi bahan pemerintah daerah untuk menentukan langkah yang tepat dalam menghadapi kondisi kabut asap.
Zuli Eko menilai pemantauan kualitas udara penting dilakukan, terutama di wilayah yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Lingkungan sekolah menjadi salah satu lokasi yang perlu mendapat perhatian karena banyak anak-anak melakukan aktivitas dalam waktu cukup lama.
“Jadi dikaji nanti dari Dinas Pendidikan seperti apa terkait dengan kondisi udara yang kurang baik di wilayah hulu di Kabupaten Seruyan,” katanya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut belum serta-merta berarti kegiatan belajar mengajar harus dihentikan. Menurutnya, perlu ada kajian dan pertimbangan berdasarkan kondisi kualitas udara di setiap wilayah.
Ia berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat terus memantau perkembangan kabut asap sehingga keputusan yang diambil nantinya benar-benar sesuai dengan situasi di lapangan.
“Kabupaten tadi tentunya tidak normal, tidak nyaman. Udara yang tidak normal itu tidak nyaman. Ini sekarang tidak nyaman karena asap,” tuturnya.
Zuli Eko juga mengingatkan bahwa persoalan kabut asap tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan, tetapi juga menyangkut lingkungan dan kesehatan masyarakat. Karena itu, diperlukan upaya bersama untuk mencegah kondisi tersebut semakin meluas.
Dengan kondisi kualitas udara yang masih menjadi perhatian, pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan pemantauan dan mengambil langkah antisipasi, terutama untuk menjaga kesehatan masyarakat serta melindungi para pelajar selama kabut asap berlangsung.
(red/adm)







